Selasa, 24 Januari 2017

Persembahyangan Purnama dan Tilem Penting dan Wajib hukumnya kepada setiap Umat Hindu



Semoga selalu dalam Lindungan dan Kasih Tuhan..

Hari Purnama dan Tilem datang setiap 15 hari. Dari hari Purnama mencari Tilem ada 15 Panglong atau 15 hari, sedangkan dari hari Tilem mencari Purnama ada 15 Penanggal atau 15 hari. Dari Purnama mencari Purnama kembali lamanya 30 hari, begitu juga dari Tilem mencarai Tilem kembali lamanya 30 hari. Sehari setelah Purnama sampai Tilem disebut Panglong, sedangkan sehari setelah Tilem sampai Purnama disebut Penanggal. Sehari sebelum hari Purnama disebut dengan Purwanining Purnama (Penanggal 14), sedangkan sehari sebelum hari Tilem disebut dengan Purwanining Tilem (Panglong 14). Hal inilah yang perlu diperhatikan dan diingat dalam menentukan hari-hari suci yang terletak pada Purnama dan Tilem tersebut.

Pada saat Purnama dan Tilem umat Hindu hendaknya melakukan persembahyangan, karena Purnama dan Tilem merupakan waktu yang tepat sekali melakukan pemujaan. Saat Purnama bulan bersinar penuh yang merupakan Hari beryoganya Parameswara, Sang Hyang Purusangkara disertai para Dewa-Dewa, Widyadara-Widyadari turun membersihkan diri dan menyucikan alam semseta beserta isinya. Pemujaan yang ditujukan kepada Sang Hyang Candra sebagai dewa kecemerlangan dan merupakan cahaya suci dari Sang Hyang Widi Wase. Sedangkan saat Tilem, pada saat bulan gelap yang mana posisi bulan berada di antara matahari dan bumi sehingga pada saat Tilem dilakukan pemujaan untuk Sang Hyang Surya. Pemujaan pada saat Tilem diyakini oleh Umat Hindu sebagai penyucian diri menghapuskan segala mala yang ada dalam diri, karena saat Tilem Sang Hyang Surya melakukan Samadhi memohon kesucian dan keselamatan kepada Hyang Widi. Persembahan yang bisa dipakai saat Purnama dan Tilem adalah berupa Canang Sari, Ajuman, Daksina dan Pejati.

Purnama dan Tilem sudah dirayakan oleh Nenek Moyang di Negeri Nusantara, sebelum pengaruh Hindu datang ke Indonesia. Dari sumber-sumber yang dapat dipercaya, bahwa hari suci Purnama Tilem erat kaitannya dengan keberadaan Dinasti Candra. Dinasti Candra menganggap bahwa leluhurnya dahulu adalah berasal dari keturunan suci, yang diturunkan ke bumi sebagai Dewa Candra atau Dewa Bulan.Sakti atau istri Dewa Candra itu disebut Dewi Soma. Dewa Candra dan Dewi Soma inilah kemudian menurunkan wangsa Candra. alam kurun waktu yang berabad-abad kemudian keturunan bangsa dari Dinasti Candra muncul kepercayaan, bahwa bulan Purnama dan Tilem adalah sebagai hari suci bangsa bersangkutan. Kepercayaan ini kemudian dianut oleh berbagai kepercayaan di belahan Negeri Timur dari berbagai sekta. Akhirnya hari suci Purnama dan Tilem juga dipercaya oleh Umat Hindu di Nusantara sebagai hari sucinya. Bagi umat Budha hari suci “WaiƧak” yang bertepatan dengan Purnama mempunyai keistimewaan tersendiri. Karena pada Bulan Purnama pula beliau mencapai pencerahan (Nirwana). Begitu pula beliau wafat pada bulan Purnama juga  (Suprapto, 2012)

Dari uraian di atas, hendaknya kita sebagai umat Hindu senantiasa melakukan Pemujaan pada saat Purnama dan Tilem, supaya kesucian Pikiran dan Jiwa tetap terjaga. Di samping itu, dengan seringnya kita melakukan pemujaan, maka sang diri akan semakin dekat dengan sumbernya. Sepatutnya pemujaan persembahyangan Purnama dan Tilem tidak hanya dilakukan di sanggah Rumah saja, melainkan sebaiknya juga melakukan persembahyanga di Pura Jagat sehingga selain kita mendapatkan kesucian, dengan sembahyang bersama kita dapat menjalin hubungan dengan orang lain secara harmonis. Sembahyang secara bersama-sama juga memiliki kualitas persembahyangan yang lebih tinggi, dikarenakan pada saat mengucapkan nama suci Tuhan secara bersamaan, getaran-getaran energi suci dan Positif semakin bersar terpancar dan getaran-getaran suci itu dapat memberikan Anugerah kemulian pikiran dan kedamaian terhadap orang yang bersembahyang pada saat itu.

Semoga seluruh isi alam semesta ini berbahagia dan sejahtera..

Damai, damai, dan damai selamanya..

1 komentar:

  1. Kalo purnama tilem persebahyangan nya malam ya kk. Untuk daerah jakartašŸ™

    BalasHapus