Senin, 16 April 2018

Mencapai Dharma, Artha, Kama dan Moksa dengan Catur Asrama




Om Swastyastu.. (semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia)

Catur Asrama adalah 4 jenjang kehidupan manusia yaitu: Brahmacari, Grahasta, Wanaprasta dan Bhiksuka. Empat jenjang inilah yang menjadi penentu tujuan hgidup manusia. Dalam agama Hindu ada 4 tujuan hidup manusia yang disebut Catur Pusrusa Arta, yaitu Dharma Arta, Kama dan Moksa. Bagaimana kempat tujuan ini bisa dicapai dengan baik? Bisa atau tidak? Jawabanya adalah bisa, karena Hindu memiliki pedoman dan tuntunan kehidupan yang sangat lengkap.

1. Brahmacari

Brahmacari adalah masa menuntut ilmu. Secara umum mulainya menuntut ilmu seseorang adalah umur 5-25 tahun. Namun di dalam kehidupan ini, kita wajib menuntut ilmu setingi-tingginya dan seluas-luasnya. Pada masa ini adalah masa yang paling tepat, karena pada umur ini manusia sangat mudah mudah menerima pengetahuan dan merespon dengan cepat. Ilmu pengetahuan itu sangat penting bagi bekal hidup. Dengan ilmu pengetahuan orang bisa meniti kehidupan dengan baik dan mencapai tujuan. Seperti yang disebutkan dalam Niti Sastra 1.5.

”Sangat disayangkan bila orang kaya tiada mempunyai kepandaian,
biarpun muda, tampan, keturunan bangsawan dan berbadan sehat,
bila tiada pengetahuan mukanya pucat tiada bercahaya,
seperti bunga dapdap, merah menyala namun tiada wangi”

Jika kita maknai ini kitab suci di atas adalah orang harus memiliki pengetahuan yang luas, walaupun orang tersebut sudah kaya, tampan dll. Dengan ilmu pengetahuan inilah orang akan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik serta dengan ilmu pengetahuan  inilah pencapaian dharma bisa selalu diusahakan dan dijalani.

2. Grahasta

Grahasta adalah masa berumah tangga atau berkeluarga, tujuan Grahasta adalah untuk meneruskan keturunan, berkeluarga menjalakan Yadnya, kehidupan bermasyarakat serta memenuhi Kama. Dalam masa ini yang menjadi titik berat adalah mencari Artha untuk mencapai Kama. Kama merupakan suatu keinginan, keinginan untuk memiliki keturunan, keinginan untuk hidup bahagia serta keinginan untuk mencapai tujuan. Pada masa merupakan masa bagi orang untuk bekerja untuk mencari Artha untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kama tersebut. Karena pada masa ini manusia sedang kuat dan cepat. Seperti dalam Sloka Sarasamuscaya 27 dikatakan:

“Karena prilaku seseorang hendaknya gunakan sebaik-baiknya pada masa muda, selagi badan sedang kuatnya, hendaklah dipergunakan untuk usaha menuntut darma, artha dan ilmu pengetahuan, sebab tidak sama kekuatan orang tua dengan kekuatan anak muda, contohnya ialah seperti ilalang yang telah tua itu menjadi rebah, dan ujungnya tidak tajam lagi”

Jadi berusaha dan bekerjalah untuk Dharma, Artha dan Ilmu Pengetahuan. Di jenjang inilah ketiga ini mencapai puncaknya. Mendapatkan Artha dengan jalan Dharma yang didasari dengan Ilmu Pengetahuan yang luas.

3. Wanaprastha

Wanaprastha adalah jenjang atau masa mengasingkan diri di hutan. Setelah manusia berhasil melewati jenjang Grahasta, mulailah orang tersebut menarik diri dari hal-hal yang bersifat keduniawian. Dalam konteks kehidupan modern ini jenjang ini bisa dikatakan sebagai mulai mengabdikan dirinya di kegiatan keagamaan seperti Ngayah (berkarma di kegiatan keagamaan). Dengan Ngayah, orang dapat mengembalikan kesucian pikiran. Seperti halnya keluarga Panca Pandawa, setelah kerajaan diberikan oleh anak-anaknya, Pandawa pergi ke hutan untuk mengasingkan diri demi mengembalikan kesucian diri mereka.

4. Bhiksuka

Bhiksuka adalah masa dimana orang sudah sepenuhnya menyerahkan hidupnya untuk Tuhan. Kehidupannya sudah terlepas dari ikatan duniawi dan pengabdian di masyarakat. Dirinya hanya diabdikan untuk Tuhan, setiap saat memuja Tuhan dan menyebut nama suci Tuhan. Pada masa inilah jika orang benar-benar menjalankan jenjang ini dengan baik maka tujuan terakhir yaitu moksa akan dapat dicapai. Karena setiap saat selalu ingat dengan Tuhan. Dengan keadaan seperti itulah orang akan mencapai Moksa (Menyatu dengan Tuhan) Seperti Sloka Bhagawad Gita 8.6.

“Apapun yang diingat dan dipikirkan seseorang pada saat ajal tiba, meninggalkan badan jasmani ini, wahai Arjuna, ia akan sampai pada keadaan yang terpikirkan itu, sebab hal itu terus menerus terserap di dalam pikiran”

Seperti yang tetuang dalam Sloka di atas ini adalah titik terang mengapa orang harus melewati setiap jenjang dengan baik, tak lain adalah untuk mencapai tujuan hidup itu sendiri. Bhiksuka adalah masa atau jejang yang memberikan jaminan Moksa itu bisa dicapai oleh siapapun asalkan melewati dengan baik setiap jenjang kehidupan itu.

Hindu merupakan agama yang memiliki ajaran yang lengkap dan sangat luar biasa, penganutnya diberi diberi kebebasan kemanapun mau melangkah. Oleh karena itu, walaupun kita hidup di zaman Kali Yuga, yakinlah dengan menjalanan dan mengaplikasikan ajaran agama dengan baik, maka senantiasa tujuan hidup akan tercapai dengan baik.

Semoga seluruh mahluk berbahagia, Om Santi Santi Santi Om..

1 komentar:

  1. Hmmm....Dharma...the most important principle in Aryan culture and civilization...adopted to any religion of the world.
    Hindu, Zoroastrianism, Budha,Jain, Bahai, Christianity, Tao, Confusianism, and.....Islam....
    Thanks alot to Sang Para Brahman, who created The Aryans...The most powerful nation in the world....

    BalasHapus